PAHAM ATAU PINTAR

17 04 2011

Seringkali kita memberikan kata kata pujian : kamu pinter….kepada anak kita. Namun seringkali pula kita tidak menegaskan lebih lanjut, apa maksudnya kalimat diatas…

Pinter nyuri

Pinter nabung

Atau pintar apa?

Sebaiknya ketika kita berkata kalimat kamu pinter itu, kita barengi dengan penjelasan lebih detail di belakangnya, apa yang sebenarnya kita maksud dengan pintar.

Tapi sebenarnya yang ingin saya kemukakan disini adalah , kalau anak anda baru mulai sekolah TK atau SD apa yang sering anda katakan pada mereka?

“Yang PINTAR ya”

“sekolah yang PINTAR ya”

Nah…apa sebenarnya maksud kalimat disini? Ga jelas juga kan. Apa sebenarnya ukuran dari pintar itu sih? Seringkali ketika anak mendapat nilai bagus, apa yang kita katakan?

“Kamu PINTAR”

Lama kelamaan anak berpikiran bahwa PINTAR = NILAI BAGUS, jadi jangan salahkan anak juga kalau setelah dia dapat nilai bagus, dia ga  belajar lagi….bukankah sudah terbukti bahwa dia PINTAR?

Nah, sekarang…bagaimana kalau kita ganti dengan kalimat PAHAM?

Sebenarnya kita belajar itu buat pintar atau buat paham sih? Lebih penting mana anak PAHAM bagaimana 1 + 1 = 2 atau anak PINTAR menghapal 1+1=2?

Secara pribadi , saya kok lebih suka dengan PAHAM daripada PINTAR. Jadi kalau anak mau sekolah TK atau SD, saya lebih memilih mengatakan :

“ Kamu ke sekolah biar PAHAM/NGERTI sesuatu yang baru “

“Nanti kamu PAHAMI ya apa pelajaran dari guru”

Dan sepulang sekolah saya lebih suka berkata:

“Gimana sekolah? Menyenangkan? Hal baru apa yang adek pahami hari ini?”

Semoga bermanfaat,

Salam hidup lebih baik

Jimmy K Santosa

Trainer SekolahOrangtua.com

http://www.sekolahorangtua.com

http://www.klinikhipnoterapijakartabekasi.com





HIDUNG PESEK

15 12 2010

HIDUNG PESEK

Seringkali ketika kita melihat bayi baru lahir atau berkunjung ke tempat saudara atau teman kita yang baru punya anak  kita berkata:

“Wah hidungnya pesek ya!?”

Atau ketika kita berkomunikasi dengan anak kita kita seringkali berkata:

“ Awas, nanti hidungmu jadi pesek”

:”Dasar pesek”

“Hayo kalo gitu terus nanti hidungmu tambah pesek lho!”

Sebenarnya saya heran juga kenapa banyak orang berkomentar seperti itu, pada dasarnya kan memang orang Indonesia hidungnya pesek bukan? Mengharapkan hidung mancung seperti orang barat ya berarti anda harus punya turunan orang Barat. Kemudian apa salahnya anak-anak kita sehingga kita seringlkali berkata kepada mereka, hidung pesek??

Bahkan ada orangtua yang tega mengatakan kepada anaknya sendiri bahwa anaknya jelek karena hidungnya pesek.

Dan kata-kata itu selalu diperdengarkan kepada anak,ketika anak itu membuat masalah.

“Kamu ini lho nakal banget, kamu itu memang sudah hidung pesek,jelek lagi!”

Taukah anda kalau kita selalu mengatakan hal itu kepada anak, hal itu akan menggerogoti harga diri anak? Harga diri anak yang seharusnya dipupuk dan dikembangkan  dan bukannya semakin dikurangi dengan memunculkan kata-kata “ejekan” seperti itu.

Memang apa salahnya dengan hidung pesek? Apakah hal itu sangat berarti bagi kesuksesan anak anda ketika dewasa kelak? Apakah mereka tidak akan bisa menjadi sukses hanya karena hidungnya pesek?

Ketika kita biasa mengucapkannya, maka sangatlah mungkin nanti kakak atau adinya atau paman atau bibinya atau famili akan sering berkata kepada anak kita dengan ada embel embel : HIDUNG PESEK

Kita menganggapnya biasa, tapi kita tidak tahu bagaimana dengan si anak. Ketika dewasa bisa saja anak melakukan hal yang tidak anda pikirkan: melakukan OPERASI PLASTIK  untuk memancungkan hidungnya tanpa anda ketahui!

Ketika dewasa bisa saja dia merasa rendah diri bergaul dengan banyak orang, merasa tidak nyaman karena merasa tidak nyama dengan dirinya yang pesek.

Kalimat selain hidung pesek yang mungkin sering terdengar adalah : gendut, dengan kita bilang :”Dasar Gendut”

Atau “tukang makan”

Yang kalau anda tau banyak kasus obesitas disebabkan karena pemograman pikiran ketika kecil yang tidak sengaja kita lakukan. Anda bilang gendut dan tukang makan jadilah dia anak yang gendut dan tukang makan.

Oleh karena itu berhati-hatilah dengan kata-kata anda  pada si kecil.

 

 

Salam hidup lebih baik,

 

Jimmy K Santosa, Cht

Trainer Sekolah Orangtua

www.sekolahorangtua.com

Terapis

www.klinikhipnoterapijakartabekasi.com

 

 





Berapa MENIT-kah kita bersama dengan anak?

13 12 2010

Bagi anda yang kerja mungkin menganggap pertanyaan saya wajar.

Bagi anda yang merawat anak anda dirumah sepanjang hari , mungkin anda akan bertanya

“ Yang bener aja berapa MENIT? Ya pasti JAM lah….!”

“ Tentu hampir 24 jam dong pak! Kan tiap hari sama anak dari pagi, siang sampai malam”

Bener begitu?  Yakini berjam-jam?

Coba sekarang…

Mulai dari anda bangun pagi, kalau kebetulan anak anda belum bangun padahal sudah waktunya bangun anda akan bilang:

“Hei, Ayo bangun, udah pagi…cepetan mandi, ntar telat sekolahnya kalau ga bangun”

Habis itu anak pergi mandi, ketika lagi mandi

“ Cepatan mandinya, ini segera makan ya! Udah disiapin di meja makan”

Ketika anak sudah selesai mandi dan makan , anda bilang:

“Semuanya sudah ga ada yang ketinggalan? Buku? PR? “

Kemudian anak anda berangkat.

Pulang dari sekolah , anda akan bilang:

“Cepetan copot seragamnya, ya sana sekarang makan siang ya”

Dan setelah itu anda sibuk dengan urusan anda, membiarkan anak anda bermain sendiri . Ketika waktu tidur siang(jika ada) anda akan bilang: “ Ayo sekarang tidur siang”

Kemudian anda sibuk lagi dengan urusan rumah tangga anda. Dan anda mungkin akan bilang selanjutnya :

“ Ayo mandi udah sore”

“Udah cukup mainnya, udah magrib”

“Ayo makan malam sekarang”

“Udah malam, ayo tidur”

Nah kalau dihitung-hitung kalimat tadi, apakah ada dalam hitungan JAM? Jadi berapa lama anda bersama dengan anak anda? Yang selama ini kita rasakan kebersamaan seringkali hanya kebersamaan secara fisik, namum bukan kebersamaan secara emosional.

Seberapa sering dan lama anda bermain dengan anak anda, mendengarkan cerita mereka? Silahkan anda instropeksi berapa lama dalam satu hari anda benar benar hadir secara emosional dan fisik dengan anak anda. Apakah sudah dalam hitungan JAM? Kalau sudah berapa JAM?

Anak membutuhkan kita secara emosi, dan bukan di”interogasi” dengan pernyataan atau pertanyaan seperti diatas: “sudah makan belum”,  “sudah ngerjain pr belum”, “ udah belajar belum “ dan teman-temannya.

Bukan berarti saya tidak memperbolehkan kalimat diatas, hanya yang saya mau tekankan, penuhi pula kebutuhan emosi anak, perhatikan perasaannya. Jadi jangan hanya memerhatikan anak ketika anak hanya sedang dalam masalah .

 

Semoga bermanfaat

Salam hidup lebih baik

 

Jimmy K Santosa

Trainer Sekolah Orangtua

www.sekolahorangtua.com

Terapis

www.klinikhipnoterapijakartabekasi.com

 





MenCINTAI secara PROPORSIONAL

24 11 2010

Di suatu kelas yang rata2 anggota kelas itu orang yang sudah berkeluarga (mungkin ini kelas untuk mengambil doctor/master) . Seorang dosen memberi tugas untuk kelas esok hari kepada anggota kelas itu agar menyiapkan nama-nama orang yang kita kasihi sebanyak-banyaknya.

Kemudian esok harinya waktu kelas dimulai seorang dosen memanggil salah satu anggota kelas (anggaplah namanya Edi) itu untuk menuliskan nama-nama yang sudah disiapkan di papan tulis. Setelah Edi menuliskan semua nama-nama orang yang ia kasihi, sang dosen mengatakan hapuskan nama orang yang tidak terlalu kamu kasihi atau tidak terlalu dekat dengan anda.

Lalu Edi menghapus beberapa nama yang tidak terlalu dekat/kasihi oleh dia, mulai dari nama2 tetangganya, nama2 teman dekatnya. Dan tinggallah nama saudara kandungnya, nama orang tuanya, nama anak-anaknya dan nama istrinya.

Kemudian sang dosen meminta Edi untuk menghapuskan nama2 yang tidak terlalu kamu kasihi/dekat dari nama-nama yang di papan tulis itu. Dan Edipun dengan berat hati dia hapuskan nama2 saudara kandungnya, tinggallah nama orang tuanya, nama anak2nya, dan nama istrinya.

Edi berpikir sang dosen tidak akan meminta dia untuk mengahapus nama2 orang yang tinggal di papan tulis itu, ternyata san dosen meminta dia untuk menghapuskan lagi nama2 yang tidak terlalu kamu kasihi/dekat bagi Edi. Edi menjawab kepada dosennya, “Tidak ada lagi, mereka adalah orang yang saya sangat kasihi”, sang dosen memaksa dia untuk menghapuskan nama-nama di papan tulis itu.

Dengan sangat berat hati Edi menghapuskan nama orang tuanya dari papan tulis itu. Dan Edi berpikir sang dosen akan berhenti meminta dia untuk menghapuskan nama2 yang sisa di papan tulis, ternyata sang dosen meminta Edi menghapuskan nama2 yang tinggal, sang dosen meminta tinggalkan satu (1) nama di papan tulis, nama yang paling kamu kasihi.

Edi mengatakan “tidak ada lagi, mereka adalah nama anak2 saya dan istri saya” tidak mungkin saya hapuskan nama mereka dari daftar orang-orang yang saya kasihi.” Sang dosen memaksa Edi untuk menghapuskan nama2 yg tinggal di papan tulis dan meninggalkan satu nama di papan tulis. Sambil berlinang air mata Edi menghapuskan nama2 anaknya dari daftar orang2 yang paling ia kasihi.

Akhirnya tinggalah nama istrinya yang ada di papan tulis, dari seluruh nama2 orang yang ia kasihi. Sang dosen menanyakan mengapa engkau meninggalkan 1 nama ini (istrinya) dari daftar orang2 yang kamu kasihi. Bukankah orang tuamu yang melahirkan dan membesarkan engkau? Atau nama anak2 mu?

Edi berkata sambil berlinang, “ ya memang semua saudara, orang tua dan anak-anak adalah orang yang saya kasihi, tapi mereka akan meninggalkan saya. Saudara kandung saya akan meninggalkan saya untuk keluarga mereka masing-masing, dan orang tua saya akan bertambah tua dan meninggalkan saya karena termakan usia, anak-anak saya jika ia dewasa akan meninggalkan saya dari rumah pergi bersama keluarga kelak, sedangkan istri saya, dialah yang akan selalu mendamping saya, hingga saya tua nanti, jadi bagaimana mungkin saya hapuskan namanya dari daftar orang2 yang saya kasihi.”

Point cerita, kasihilah pasangan kita, karena pasangan kita (suami/istri) adalah orang yang akan selalu ada disamping kita sampai kita tua dan menutup mata.

Kasihi ibu 100% proportional kasih sebagai anak kepada orang tua.

Kasihi anak 100% proportional kasih sebagai seorang Ayah.

Kasihi istri 100% proportional kasih sebagai suami/pasangannya.

Artinya, melayani dengan tulus kepada orang disekitar kita tanpa melupakan kewajiban kita kepada pasangan (suami/istri) kita.

Karena pasangan kita adalah pasangan yang akan menemani kita untuk seumur hidup kita.

Semoga  bermanfaat

Salam hidup lebih baik

 

Jimmy K Santosa

Trainer sekolah orangtua

http://www.sekolahorangtua.com





TUHAN dan MENTEGA

12 11 2010

Semoga bisa menginspirasi kita semua..

Kadang kita bertanya dlm hati & menyalahkan Tuhan,” apa yg telah saya
lakukan sampai saya harus mengalami ini semua ?” atau “kenapa Tuhan
membiarkan ini semua terjadi pada saya ?”

Here is a wonderful explanation…Seorang anak memberitahu ibunya
kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia
mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan
sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.

Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau
mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, “Tentu saja, I love your
cake.” “Nih, cicipi mentega ini, ” kata Ibunya menawarkan. “Yaiks,”
ujar anaknya. “Bagaimana dgn telur mentah ?”. “You’re kidding me,
Mom.””Mau coba tepung terigu atau baking soda?” “Mom, semua itu
menjijikkan.”

Lalu Ibunya menjawab, ” ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak
jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu
proses yang benar, akan menjadi kue yang enak.” Tuhan bekerja dengan
cara yang sama.

Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa
yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan
semuanya terjadi satu persatu sesuai dgn rancanganNya, segala
sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu
percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.

Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap
musim semi, sinar matahari setiap pagi.Setiap saat kita ingin bicara,
Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia
ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.

Sumber: unknown

semoga bermanfaat.

Jimmy K Santosa





7 GOLDEN RULES OF LIFE

12 11 2010

semoga menginspirasi temans semua

1st
Don’t let someone become a priority in your life, when you are just an
option in their life.
Relationships work best when they are balanced.

2nd
Never explain yourself to anyone.
Because the person who likes you doesn’t need it, and the person who
doesn’t like you won’t believe it.

3rd
When you keep saying you are busy, then you are never free.
When you keep saying you have no time, then you will never have time.
When you keep saying that you will do it tomorrow, then your tomorrow
will never come.

4th
When we wake up in the morning, we have two simple choices.
Go back to sleep and dream, or wake up and chase those dreams.
Choice is yours.

5th
We make them cry who care for us.
We cry for those who never care for us.
And we care for those who will never cry for us.
This is the truth of life, it’s strange but true. Once you realize
this, it’s never too late to change.

6th
Don’t make promise when you are in joy.
Don’t reply when you are sad.
Don’t take decision when you are angry.
Think twice, act twice.

7th
Time is like river. You can’t touch the same water twice, because the
flow that has passed will never pass again.

Sumber: Naomi Susan





YANG TIDAK BISA DIUCAPKAN AYAH

12 11 2010

Dapat dari milis tetangga semoga bermanfaat

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…….
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja…..
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa…..
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”…
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT….kuat untuk pergi dan menjadi dewasa..

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…….
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya…. .

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa…..
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

semoga bermanfaat..

salam hidup lebih baik…

Jimmy K Santosa
trainer sekolah orangtua
http://www.sekolahorangtua.com/
http://www.klinikhypnotherapy.wordpress.com/