Ayo..ayo…Ajarkan anak untuk mengenal emosi sejak dini ya…!

2 12 2009

Ingat baik2 hal ini ketika kamu kecil, temen2…

Apakah kamu pernah kebingungan ketika ke dokter gigi ketika ditanya rasa sakit apa yang kamu alami ? Nyeri? Senut – senut?kemeng?

Dan kamu tidak tahu harus bilang apa? Karena yang kamu tahu hanyalah satu bahasa untuk semuanya yaitu GIGIKU SAKIT!

Atau kamu bingung dengan perasaan yang sedang kamu alami, aku ini sebenarnya marah atau lagi sebel sih?

Pernahkan kamu bertanya marah itu artinya apa? Bisakah kamu membeda-bedakan emosi atau perasaan yang kamu alami,apakah ini marah,frustasi,kecewa atau stress?

Kebanyakan dari kita men-generalisasikan semua perasaan kita dengan kata STRESS, baik itu ketika kita sedang dikejar2 deadline,anak susah makan,anak ga mau sekolah dll

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Karena sejak kecil kita tidak pernah dididik oleh orang tua untuk mengenali emosi yang kita alami.

Kita mengetahui berbagai macam rasa sakit atau emosi yang kita tahu sekarang ini dengan cara membaca buku,atau tau dari teman dan lain lain …yah pokoknya kita cari tau sendiri sesuai dengan perkembangan umur kita.

Tahukah kamu kalau ini akan sangat menyulitkan kita ketika kita dewasa dan mempunyai masalah? Ketika kita ingin meng-clearkan masalah emosi kita , kita tidak tahu emosi apa sebenarnya yang sedang kita alami sehingga metode pelepasan emosi yang kita lakukan-baik itu EFT, Sedona Method atau metode lainnya- tidak begitu efektif ketika kita terapkan.

Disamping itu ketika kita mengetahui masalah emosi yang anak kita rasakan,kita dapat menjadi lebih dekat dengan anak kita. Anak merasa dipahami emosinya oleh orang tua,dan orang tua juga tidak kebingungan untuk mendapatkan pemecahan masalah bagi anaknya.

Oleh karena itu ajarkanlah berbagai macam emosi itu pada anak anda sejak dini..

Berikut  nama perasaan/emosi dan maknanya yang paling sering terjadi dalam kehidupan kita

Perasaan/Emosi Makna
Marah Ketidak adilan
Rasa bersalah Tidak adil terhadap orang lain
Takut Sesuatu yang buruk akan terjadi(antisipasi)
Frustasi Melakukan sesuatu dan hasil tidak sesuai dengan harapan,kemudian mencoba cari cara lain hasilnya juga tidak sesuai dengan harapan lagi
Kecewa Apa yang diinginkan tidak bisa terwujud
Sedih Kehilangan sesuatu yang berharga
Kesepian Butuh relasi/interaksi yang bermakna
Rasa tidak mampu Ada yang salah dengan diri sendiri
Bosan Kebutuhan bertumbuh dan tantangan
Stress Terlalu banyak yang harus dikerjakan
Depresi STOP! Jangan diteruskan, terlalu menyakitkan

Contoh kasus nih…

Pernah ga kamu ngrasain emosi kamu naik ketika anak  yang kamu suapi susah banget makannya?

Seringkali kita bilang kita MARAH sama anak kita karena ga/susah makan. Padahal selidik punya selidik sebenarnya maksud kita adalah…. kalau anak  kita makan ,kita akhirnya bisa makan juga. Kenapa bisa begitu? Karena kita punya belief/kepercayaan anak harus makan dulu baru orang tuanya.

Jadi  ketika kita menyuapi anak,  kita itu belum makan. Eeee….. ga taunya si anak nih malah ga mau/ susah makan,sedangkan perut kita sudah keroncongan ampe bunyi lagi…. ,akhirnya jadi deh emosi kita naik dan kita biasanya bilang ini emosi MARAH

Tau ga….Yang terjadi disini sebenarnya anda merasa KECEWA, bukan marah….tapi ya itu tadi kita generalisasikan dengan kata marah. Jadi di dalam marah itu sebenarnya terdapat satu atau lebih  emosi .

Padahal kalau mau mengclearkan emosi yang sedang kita alami kita butuh emosi yang spesifik, sehingga metoda apapun yang kita gunakan dapat berfungsi dengan baik.

Oleh sebab itu ajarilah anak anda sejak dini macam2 emosi.

Jimmy K Santosa

Parenting Counselor & Mind Therapist


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: