MENGHADAPI EMOSI ANAK(BAGIAN 1)

17 12 2009

Pernahkan temen2 menghadapi  kemarahan anak yang meledak-ledak? Terutama ketika anak berumur  1- 3th? Kemarahanny a benar benar hebat…bisa membanting benda yang sedang dipegangnya, melempar atau berteriak sekeras-kerasnya.

Bisa jadi,anak kamu  yang semula baik tiba2 mengalami perubahan temperamen tersebut.  Beberapa anak mungkin mengalami ledakan emosi lebih sering, yang lain mungkin hanya jarang-jarang saja.

Kenapa hal itu bisa terjadi?

ANAK BELUM MEMPUNYAI KEMAMPUAN KONTROL DIRI YANG BAIK SEPERTI ORANG DEWASA.

Misalkan saja nih:
Kamu  membeli sebuah televisi baru, dan kamu  hanya  dibekali manual book atau cara pengoperasiannya dalam huruf  atau bahasa jepang atau jerman  dan kamu  tidak tau bahasa tersebut.  Jadi kamu  harus mencari dan mencoba sendiri bagaimana cara mencari gelombang  stasiun TV, bagaimana mengatur contras, volume bass atau treble dsb.

Kalau kamu telah mengotak-atik tapi tak kunjung dapat jugamenemukan gelombang stasiun TV, ada kemungkinan kamu akakn frustasi dan mungkin kamu akan mengomel-ngomel, menggerutu dan mungkin juga membuang manual book tersebut.

Ini adalah luapan emosi versi orang DEWASA. Tapi kalau temen2 semua aku yakin pasti sudah mempunyai kontrol diri yang baik, jadi ga akan seperti itu…tul kan?🙂

Sama dengan anak kamu nih , kalau dia mencoba sesuatu atau mengutarakan sesuatu kepada kita, tetapi kita tidak paham maksud dia, anak akan frustasi dan mulai melempar mainannya,membanting, teriak dsb. Ini adalah luapan emosi ANAK

Betul kan?Sama kan ketika kita frustasi ama TV yang dibeli tadi?

Apalagi ketika anak mulai belajar bahasa sekitar 2 th-an …. Mereka mengerti akan sesuatu namun susah untuk mengatakannya karena keterbatasan bahasa.

Bayangkan aja  bila kamu ga  bisa mengkomunikasikan kebutuhan kamu sama seseorang; ini adalah pengalaman buruk yang bisa memicu emosi. Nah,  Dengan meningkatnya kemampuan berkomunikasi, biasanya ledakan emosi ini cenderung menurun.

Penyebab lain dari ledakan emosi terjadi saat anak harus melewati suatu masa dimana KEBUTUHAN AKAN OTONOMI MENINGKAT

Di masa ini mereka ingin mendapatkan suatu kebebasan dan pengendalian. Sebenarnya hal ini adalah kondisi yang bagus untuk memupuk semangat berjuang, di mana seringkali anak berpikir “aku bisa mengerjakannya sendiri” atau “aku mau itu, berikan itu padaku”.

Nah, saat mereka merasa bahwa mereka tidak boleh mengerjakan atau tidak bisa memperoleh apa yang mereka inginkan, maka  amarahnya bisa terpicu.

Kalau kebutuhan akan otonominya tidak dipenuhi, bisa jadi ntar anak akan menambah actionnya ketika meledak emosinya dengan cara menendang dan mengejang sambil nangis tiada henti

Nah terus gimana cara kita mengantisipasi atau mengurangi terjadinya amarah anak yang meledak?
Kita sambung di artikel berikutnya. . . . .

Salam syukur penuh kepasrahan,

Jimmy K Santosa
Parenting Counselor & Mind Therapist


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: