MENGHADAPI EMOSI ANAK(BAGIAN 2)

20 12 2009

Halo temen-temen semua,

Sekarang kita akan membahas bagaimana cara mengatasi atau mengantisipasi atau mengurangi amarah anak yang meledak-ledak di usia sekitar 1 – 3 th.

Berikut aku share beberapa strategi yang semoga dapat membantu temen2 yang sedang menghadapi masalah ini atau untuk menambah pengetahuan

  • Berilah si kecil suatu otoritas untuk mengontrol hal hal kecil yang dapat mereka lakukan. Masih inget kan kebutuhan akan kontrol atau otonomi si kecil di bagian 1?  Dengan memberikan kebutuhan mereka akan kontrol/otonomi akan mengurangi ledakan emosi/amarah si kecil. Tawarkan pilihan-pilihan kecil dengan menggunakan kata ATAU. Pilihan yang kamu tawarkan adalah pilihan yang memang kamu mau. Sebagai contoh :

“KAMU MAU MINUM TEH atau SUSU?”

Bukan “KAMU mau MINUM APA?”

Bisa jadi dia bingung dia mau milih apa atau mungkin kalo dia minta juice alpokat dan   dirumahmu ternyata ga ada alpokat, pasti kamu ga mau buat kan? Ga mungkin kamu ke pasar, kalaupun mungkin belum tentu ada alpukatnya. Ini bikin kamu repot kalau ga sesuai dengan keinginan kamu. Disamping itu kamu menawarkan dan ketika si kecil meminta dan kamu tidak penuhi ada kemungkina anak akan meledak amarahnya. Anak seusia ini belum mempunyai pemahaman kalau permintaannya ga mungkin dipenuhi saat itu. Taunya dia minta dia dapet saat itu juga.

Contoh Lain:

Kamu mandi sekarang ya?  Ini salah atau kurang benar ….

Gunakan kalimat “KAMU MANDI  SEKARANG ATAU  SETELAH NONTON TV

Dengan kalimat ini kamu menghindari kata super si kecil yang akan bikin kamu panas hati yaitu TIDAK. Disamping itu dia tersalurkan keinginannya akan kebutuhan akan otonomi/kontrol.

  • Pada masa usia 1-3 th ini berilah kesempatan si kecil untuk mengeksplore hal2 baru yang ditemuinya. Sering kebanyakan dari kita melarang anak kita ketika dia mengeksplore sesuatu. Sekarang gini deh, bayangin aja kamu pas remaja atau pas keci ketika kamu mau melakukan apa atau tiap mau melakukan ini kamu pasti dilarang oleh ortumu. Nah…inget baik2, gimana perasaanmu? Dongkol? Sebel? Nih ortu g kok bawel amat sih? Kok ga percaya ama g sih? Dsb.  Begitulah perasaan si kecil, ketika dia senang2nya menemukan hal baru dan ingin memuaskan rasa ingin taunya, tapi selalu dilarang. Biasanya ketika dilarang ketika umur 1-2 th ga gitu masalah, begitu 2 th keatas dia akan menentang atau membantah, atau diwujudakan dengan amarah teriakan, menangis sekeras-kerasnya dsb. Nah terus kalo ga dilarang, bahaya dong? Kalau itu bukan hal yang membahayakan ya kasi aja. Kalo dia mainan kabel TV, ya kamu kasih kabel(pokoknya kabel) yang ga terhubung ke listrik, ga bahaya kan? Kalau mau gunting, kasih aja gunting mainan yang ga tajam. Pokoknya gimana sekreatifnya kita deh, jadi yang tadinya bahaya jadi ga bahaya.
  • Untuk menghindari hal2 yang tak diinginkan, sembunyikan hal2 yang berbahaya atau jauhkan dari jangkauan si kecil. Tentu saja hal ini tidaklah mungkin bisa dilakukan setiap waktu, khususnya di luar rumah di mana lingkungan tersebut tidaklah bisa dikendalikan.
  • Ketika si kecil sedang main-main atau lagi berusaha menguasai suatu tugas baru, aturlah agar si kecil bisa mengalami keberhasilan setahap demi setahap.Berikan mainan yang sesuai dengan umurnya. Disampin itu  mulailah dengan sesuatu yang sederhana dan mudah sebelum melanjutkannya dengan tugas yang lebih menantang.
  • Hal terpenting yang harus diingat tatkala berhadapan dengan seorang anak yang sedang marah, tidak peduli apa sebabnya, adalah tetap bersikap tenang. Jangan memperparah keadaan dengan rasa frustasi kamu. Anak-anak bisa merasakan saat orangtua mereka menjadi frustasi. Hal ini bisa membuat frustasi mereka menjadi lebih parah. Tarik nafas dalam-dalam dan cobalah untuk berpikir lebih jernih. Si kecil itu  meniru teladanmu lho!        Memukul anak tidaklah membantu dalam situasi seperti ini; karena anak akan             menangkap  pesan bahwa kita bisa menyelesaikan masalah dengan pukulan. Milikilah kontrol diri yang cukup.
  • Perbaiki cara berkomunikasi dengan si kecil. Pengen tau beberapa tipsnya? Aku udah share di panduan berkomunikasi dengan anak. Silahkan dibaca ya….:)

Semoga hal ini membantu,

Salam syukur penuh kepasrahan,

Jimmy K Santosa

Parenting Counselor & Mind Therapist


Aksi

Information

2 responses

20 12 2009
Leny

pak,saya bersyukur punya artikel spt ini. Terus terang saya sudah stress menghadapi anak saya berumur 4 thn 4 bln. Anak saya tanpa alasan yg jelas bisa guling2an dilantai sekolah,bikin malu saja tidak spt teman2nya bisa duduk tenang. Saya sudah terapkan pilihan dan bujukan tp hasilnya nihil. Mohon saran dari bapak. Trims

22 12 2009
jimmyksantosa

alo bu Leny, saya senang sekali jika artikel ini dapat membantu ibu. Jawaban pertanyaan ibu sudah saya email ke tempat ibu. Trimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: