WAKTU BERKUALITAS? AH TEORI….!!!

25 02 2010

Benarkah begitu? Paling tidak itu lah yang dikatakan orang2 yang telah menerapkanwaktu berkualitas namun tidak berhasil. Waktu berkualitas adalah waktu dimana kita menghabiskan waktu bersama2 dengan anak , hanya anak dengan kita. Dengan harapan hubungan antara orang tua dengan anak bisa lebih dekat

Namun kenapa ada orang2 yang tidak berhasil menerapkan waktu berkulitas?

“Ga bisa itu…orang aku udah coba, dan hasilnya sama aja. Itu Cuma TEORI!!”

Pertanyaan besarnya adalah..

Apakah anda hanya MELIHAT anak anda bermain?

Apakah anda hanya MENDENGAR anak anda tertawa riang?

Apakah anda hanya MEMEGANG/MENYENTUH anak anda karena gemas?

Jika jawabannya YA…..silahkan lanjutkan baca artikel ini🙂

Kebanyakan orang menjalankan waktu berkualitas dengan kurang benar, yang dimaksudkan disini adalah anda HARUS benar benar TERLIBAT/MASUK dengan permainan anak anda. Anda bisa TERTAWA bareng karena suatu peristiwa, anda MENDENGARKAN perasaan anak dan anda memberikan SENTUHAN FISIK dengan sayang.

Jadi bukannya : anda memberi permainan pada anak anda kemudian anda melihat dia bermain sambil menikmati teh atau masak…ini adalah pengertian waktu berkualitas yang salah. Yang akhirnya membuat orang berpikiran bahwa waktu berkualitas itu Cuma TEORI.

Ini ada sebuah cerita:

Suatu ketika saya makan di suatu tempat, dimana disitu ada tempat bermainnya. Seperti biasa, kalau kita  makan diluar berarti kita gantian jaga anak. Istri saya makan dulu, saya ke tempat bermain…Kebetulan di tempat bermain tidak ada tulisan :: Orang Dewasa dilarang masuk…….berarti saya aman, kalau masuk tidak melanggar peraturan:)

Disitu hanya ada anak2 bersama-sama dengan mamanya atau baby sitternya, ga ada bapaknya sama sekali. Akhirnya saya bermain apa istilahnya (yang ada tempat meluncurnya itu lho….he..he…he..)

Saya tempatkan anak saya diatas dan dia meluncur kebawah, ketika dia sampe kebawah kita ketawa bareng, bener2 ketawa yang menyenangkan.  Lanjut Permainan lain…eeee..baru kusadari ternyata udah mulai banyak ada bapak2 yang ikut…padahal semula ga ada sama sekali lho…..

Jadi kalau anda ke tempat permainan, bermainlah dan jangan hanya melihat..dan kalau anda bapak2 jangan malu untuk bermain didalam karena itu akan menular ke orang lain.

salam hidup lebih baik

Jimmy K Santosa

BERSYUKUR dan BERSERAH dalam SETIAP LANGKAH

Hipnoterapis & Trainer Sekolah Orangtua


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: