PENDIDIKAN UANG SEJAK DINI

16 05 2010

Hai temans

Mari sekarang kita ingat kembali, rasakan dan lihat bagaimana anda selama ini mendidik anak anda tentang uang.

Pernahkan anda membiarkan anak anda bermain uang logam recehan? Anda mungkin melatihnya menabung dengan cara mengajari anak anda untuk memasukkan ke stoples . Namun setelah itu yang anda lakukan adalah mengeluarkan kembali isi stoples yaitu koin uang untuk dimasukkan kembali. Apakah demikian??

Ayo inget inget lagi, jika benar demikian lebih baik gunakan koin selain uang. Bisakah anda merasakan, melihat apa yang sebenarnya anda ajarkan secara tidak langsung pada anak anda? Anda mengajarkan untuk tidak menghargai uang.

Lho kok bisa?lha iya bisa, sekarang bagaimana sih menabung itu? Menabung itu memasukkan uang ke dalam tabungan dalam jangka waktu yang agak lama dan kemudian dipakai ketika dibutuhkan.

Namun yang tadi anda ajarkan anda bukan mengajarkan menabung, karena begitu anda masukkan misal ke kotak kemudian anda ambil lagi dan anda mainkan lagi. Bukankah harusnya anda langsung menyimpan box untuk tabungan begitu anak anda memasukkan uang.? Beda tipis? Iya, cuma konsepnya beda jauh. Nah jika konsep beda, hasil juga beda:)

Sekarang anda semakin mengingat pelajaran apa yang pernah anda lakukan tentang uang, bagaimana dengan ini?
Ketika anak anda menemukan ada uang , kita dengan spontan bilang
“eh jangan pegang, uang itu kotor!”
Maksud anda baik, namun pernahkah anda memikirkan bahwa persepsi anak itu masih sederhana banget, belum tahu arti kotor dengan ‘Kotor”.

Jika anda sering mengulang kalimat ini apakah tidak mungkin jika anak kelak saat dewasa berpikiran bahwa uang itu kotor? Karena punya kepercayaan itu pula maka anak akan menjauhi uang secara tidak sadar karena bagi dia uang itu kotor.

Oleh karena itu lebih baik katakan “uang itu ditabung” sambil masukkan ke tempat box untuk tabungan, dan anda tidak perlu mengatakan uang itu kotor. Lain kali jika anak anda menemukan uang katakan lagi : “uang itu ditabung” dan tabunglah. Jika ini menjadi kebiasaan suatu saat ketika anak anda menemukan uang pasti lagsung ditabung.
Sekarang anda semakin mengerti bukan bagaimana hal kecil tentang uang itu berpengaruh pada anak kita.

Demikian juga ketika anda sering mengatakan
“cari uang itu susah”
kepada anak dengan maksud agar anak tidak boros dan menghargai uang.
Apakah cara ini efektif untuk mendidik anak tentang uang? Tentu saja tidak, justru anak akan mempunyai keyakinan bahwa memang cari uang itu susah. Anak belajar dari apa yang dialaminya.

Karena itu bagaimana jika kita membuatkan tabungan buat anak kita sendiri, anda bisa namakan tabungan keinginan atau apalah yang mirip dengan itu, dan bila dia ingin sesuatu. . . . kita tinggal minta dia mengambilnya dari tabungannya.

Dengan ini anak akan lebih tahu kalau untuk mendapatkan sesuatu itu perlu usaha, bisa harus menunggu atau dengan usaha lain supaya keinginannya terpenuhi.

Semoga bermanfaat.

Salam hidup lebih baik,
Jimmy K Santosa
Terapis
Trainer Sekolah Orangtua


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: