MENCINTAI TANPA SYARAT

26 05 2010

Tahukah anda bahwa mendidik anak itu inti sebenarnya adalah mencintai tanpa syarat?

Sekarang biarkan pikiran anda mengembara ke masa masa dimana anda baru mempunyai seorang bayi. Bagaimana perasaan anda ketika melihat , menyentuh, mendengar bayi anda? Tentu saja pasti perasaan senang dan bahagia.

Apa yang anda lakukan ketika bayi anda menangis? Ya, pasti memeluknya atau menggendongnya atau mencari tahu apakah digigit nyamuk atau mungkin memberinya susu.

Anda tidak pernah mengomel, bahkan ketika si kecil sering bangun dan menangis pada malam sampai dini haripun anda masih tetap sabar walaupun badan anda capek luar biasa.

Anda melakukan hal ini dengan tanpa terpaksa, anda mencintainya dengan tanpa syarat.

Dan anda lakukan hal ini secara konsisten dari umur 0 -1,5 th atau mungkin lebih

Bandingkan dengan ini . . .

Ketika umur anak anda semakin besar maka ketika dia menangis apa yang terjadi? Anda membentaknya, menyalahkannya dsb. Anak menjadi bingung kenapa sikap orangtuanya berubah?

Ketika anak melakukan kesalahan anda memarahinya dan bukan mensupportnya padahal ketika anak belajar berjalan dan jatuh anda selalu mendorongnya dan memberi semangat

Ketika anak meraih prestasi , anda biarkan saja dan tidak dipuji padahal ketika kecil ketika bisa mengucapkan kata-kata baru anda sering berkata “pintar” dan “hebat”

Ketika anak mengusulkan sesuatu yang bagi anak hebat, anda memangkasnya dengan mengatakan TIDAK MUNGKIN dengan kebijaksanaan anda yang dewasa, padahal ketika kecil anak melakukan sesuatu yang baru yang belum saatnya anda selalu mendukungnya dan mengatakan ” Ayo pasti kamu bisa!” atau “Suatu saat nanti kamu pasti bisa” dan sejenisnya

Sadarkah anda bahwa sikap kita kepada bayi kita itu sebenarnya yang diinginkan anak kita? Anak ingin kita, sebagai orang tuanya, mencintainya dengan tanpa syarat.

Sama seperti Tuhan mencintai kita tanpa syarat.

Ketika kita marah sama Tuhan, Tuhan tidak mengomel dan balas marah pada kita

Ketika kita berteriak minta tolong, Tuhan selalu ada untuk menolong

Ketika kita merasa diri kita tidak layak di hadapan Tuhan, Tuhan tetap menerima kita apa adanya

Ketika kita merasa diri kita kotor, Tuhan tetap mau menerima kita dengan tangan terbuka

Ketika kita mengakui kesalahan kita, Tuhan mengampuni kita

Ketika kita terperosok ke dalam jurang yang kelam, tangan Tuhan tetap memegang kita

Ketika kita marah pada Tuhan, Tuhan tetap sabar dengan kita

Anda mengerti sekarang..bahwa setiap jiwa ingin dicintai tanpa syarat.

Sama seperti Tuhan mencintai kita(sebagai anak anaknya) dengan tanpa syarat. Demikian pula kita sebagai orang tua harus bisa mencintai anak kita tanpa syarat. Karena bagi anak, anda adalah “Tuhan“ sebelum dia mengerti tentang Tuhan yang sesungguhnya

Semoga bermanfaat

Salam hidup lebih baik,

Jimmy K Santosa

Terapis keluarga

Trainer Sekolah Orangtua


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: