BIJAKSANALAH DALAM MENYIKAPI HASIL TES MINAT dan BAKAT

2 06 2010

Akhir akhir ini marak sekali pelatihan pelatihan dengan tujuan untuk melihat atau menentukan minat dan bakat anak sejak dini.

Semuanya bermaksud baik agar kita sejak dini mengetahui minat dan bakat sehingga kita tidak perlu terlalu banyak menguras waktu dan biaya untuk mengetahui minat dan bakat anak anda.

Namun yang membuat jadi tidak baik adalah kita sebagai orang tua tidak terlalu bijaksana dalam menanggapi hasilnya.

Misal saja hasilnya anak tidak bakat/lemah di matematika, dan anda tunjukkan hasilnya ke anak serta anda bilang:
“Nak,dari hasil test ini ternyata kamu ga bakat/lemah di metematika”

Anda tau apa yang terjadi? Anda telah mem”PROGRAM” anak anda secara tidak langsung. Pikiran bawah sadar anak langsung menerima itu sebagai suatu KEBENARAN karena 2 hal :

Pertama : karena anda adalah figur otoritas yang setiap ucapan anda diyakini kebenarannya. Seperti anda percaya pada ucapan kyai,ustad, pendeta,romo atau bante

Kedua : ditambah anda tunjukkan data2 hasil test yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ini masih bisa diperkuat lagi dengan hal yang ke tiga, yaitu :
ketika nilai metematika anak anda jelek.

Maka anak akan benar benar SANGAT YAKIN dia LEMAH di matematika. Anak akan teringat ucapan kita, kemudian anak akan teringat data dari minat dan bakat dan diperKUAT lagi dengan hasil dia dalam ulangan matematika

Anda tau apa akibatnya? UNAS itu ada matematikanya kan? Setiap anak harus melewati ujian mata kuliah matematika, dan kalau sejak dini anak merasa bahwa dirinya lemah/tidak bakat matematika dan akhirnya ga lulus, lalu kita mau salahkan siapa?

Walaupun tes menunjukkan dia tidak bakat /lemah dalam matematika, namun kalau mau lulus , anak anda tetap harus memenuhi syaratnya bukan?

Jadi sebagai orangtua bersikaplah bijaksana, ada baiknya anda ketika mengikuti tes minat dan bakat anda beritaukan hal yang positif bagi dia. Yang negatif anda simpan sendiri saja. Jangan menganggap bahwa tes minat dan bakat itu 100% benar, walaupun ada validasi berupa riset dll bahkan mungkin sampai dna.

Jangan sekali sekali kita menjadi TUHAN dengan memvonis anak tidak bisa ini dan tidak bisa itu hanya berdasarkan tes minat dan bakat. Ingat tes minat dan bakat tujuannya hanya MEMBANTU anda untuk mengetahui lebih dini dan bukan MENGHAKIMI anak anda.

Sebagai orang tua bersikap bijaksana dengan hanya berfokus pada yang positif dan mengeliminasi yang negatif tentu lebih baik.

Semoga bermanfaat,

Salam hidup lebih baik
Jimmy K Santosa
Terapis
Trainer Sekolah Orangtua


Aksi

Information

One response

6 08 2010
kadek

bagaimana sih carax membuat instrumen tes tulis untuk tes bakat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: