KITA SECARA TIDAK SENGAJA TELAH MERENDAHKAN HARGA DIRI KITA DI DEPAN ANAK2

4 07 2010

Alkisah ada sebuah rumah tangga dengan seorang anak yang tidak begitu harmonis. Si suami, sebutlah si Jono,  selalu diam dan tidak punya inisiatif untuk kerja dan istrinya, sebut saja si Dini, yang lebih banyak mengambil kendali dalam rumah. Di luar sih orang melihat bahwa perkawinan mereka baik baik saja, tidak ada masalah. Namun sebenarnya didalam diri si istri ada ketidakpuasan karena sikap suaminya. Dan hal ini membuatnya sering merasa sedih dan marah. Akhirnya dia sering melakukan curhat pada saudaranya.  Saudaranya  kasihan juga mendengar cerita  adiknya.

Suatu hari anak dari Jono dan Dini ini menginap di rumah saudara mamanya/tantenya selama beberapa hari. Pulang ke rumah si anak tiba-tiba cerita sama papanya :

“Pa, kata tante waktu aku nginep, KALAU BESOK AKU BESAR AKU GA BOLEH SEPERTI PAPA”

Sedih hati papanya mendengar ada saudara yang begitu tega berkata demikian pada anaknya. Dia menyadari dirinya ada kekurangan, namun alangkah KEJAMnya  saudaranya telah berbicara demikian kepada dia.

Cerita diatas mungkin pernah kita alami  dengan cara yang berbeda, mungkin ceritanya akan seperti ini:

Ketika kita marah kita pernah bilang:

“kamu itu lho , SEPERTI PAPAMU…SELALU BERANTAKAN”

“Kamu itu bisanya  MALES-MALES-an, seperti PAPAmu”

“Kamu kok cerewet kali, MIRIP AMA MAMAMU”

“kamu itu dibilangi ga pernah nurut, PERSIS SEPERTI MAMAMU”

Hai sobats, tahukah kamu …..secara tidak sengaja kita  telah MENJATUHKAN HARGA DIRI pasangan kita  di depan anak2.  Secara tidak langsung kita telah MENGAJAR anak untuk tidak respek pada orangtuanya. Kita telah mengajarnya untuk meng-identifikasikan dirinya dengan orangtuanya yang berkelakukan kurang baik. Anak akan merasa dengan tingkah lakunya itu dia ada temannya, dan temannya itu punya posisi yang kuat yaitu papanya atau mamanya.

Ketika kita melakukan hal diatas, sebenarnya secara tidak langsung  anda juga telah mengungkapkan kepada anak,  ketidaksukaan anda pada pasangan ada.

Sebaiknya jika anda ingin komplain sikap pasangan anda, bicarakanlan berdua.

HINDARKAN MELAMPIASKAN KETIDAKSUKAAN SIKAP PASANGAN PADA ANAK

Jadi , bagaimana kalau mulai sekarang dan seterusnya anda tidak mengidentifikasikan kelakukan negatif anak anda dengan pasangan anda?

Salam hidup lebih baik,

Jimmy K Santosa

Terapis

Trainer Sekolah Orangtua

http://www.sekolahorangtua.com

http://www.klinikkeluarga.wordpress.com

http://klinikhypnotherapy.wordpress.com


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: