Mengajar Anak menjadi PERAGU dan Tidak Berani Mengambil Keputusan

29 10 2010

Seberapa sering kita membuat anak kita menjadi peragu? Dengan berbagai cara apa yang kita lakukan sehingga membuat anak kita menjadi peragu, takut mengambil keputusan?
Pernahkan anda mengalami hal seperti ini?

Ketika anak anda bermain dengan adiknya dan kemudian mereka bertengkar , apa yang sering kita lakukan atau  katakakan kepada anak sulung atau salah satu dari mereka yang kita anggap paling bermasalah ?

Apakah seperti ini:

“Ya …Terusin bagus…..bagus …terusin pukulin adikmu ya…! Memang kamu itu anak pinter kok , mukuli adikmu terus..”

Begitu anak tertua anda semakin memukul adiknya apa yang anda katakan?

Mungkin anda akan mengatakan:

“Ehhh…dibilangin kok  ga ngerti sih kamu ini kakak!!? Kok malah lanjut dipukul!!?”

Atau mungkin akan  menggunakan kekerasan fisik

Atau mungkin di lain kasus misalnya :

Anak anda mainan di deket pintu , dan memasukkan tangannya di sela-sela engsel pintu, anda melihatnya lalu yang anda katakan:

Oiya…… terusin aja ya main di pintu biar nanti tangan kamu kejepit

Terdengar familiar?  Atau mungkin dari anda , ada yang berkata:  “wuih itu ma gue banget …..!”

Memang apa masalahnya? Itu kan umum, namanya dilulu kalau di jawa, begitu mungkin pikir anda

Yuk …sekarang kita analisa :

Ketika anda bilang:  “Yah bener terusin pukul adikmu!”

Begitu anak anda memukul lebih keras dan lebih sering ,SESUAI dengan PERINTAH ANDA( karena dalam pikirannya teringat ucapan yang sering anda katakan padanya yaitu : Pokoknya kamu harus nurut kata2 mama), anak merasa BENAR. Pikiran anak :”aku menjalankan ini sesuai dengan perintah mama”

Begitu semakin keras dan semakin sering anak anda memukul , kemudian  anda berkata:

“Ehh …dibilangin kok ga ngerti sih ??? Kok malah lanjut dipukul si dedek??”

Apa yang ada dalam pikiran anak?? BINGUNG! Mungkin kalau digambar karikatur akan ada &%*?#$&# ?@  di pikirannya. Dalam hati anak berkata: “ Gimana sih, kan aku sudah menuruti kata mama, kata mama kan lanjutin pukul dan aku udah lakuin , kok malah salah sih ?? jadi mana yang bener???”

Tuh kan, anda membuat anak anda jadi bingung dengan cara yang pikir AMPUH untuk mengatasi masalah tersebut.

Jika ini sering anda lakukan ketika anda mendidik anak, maka anak kemungkinan besar akan jadi peragu atau takut mengambil keputusan.

Kok bisa begitu??
Ya iya lah…dia menjalankan sesuatu sesuai dengan perintah anda dan ternyata malah disalahkan. Sudah menjalankan perintah kok malah disalahkan. Kita sendir i sebagai orang dewasa ketika menjalankan perintah sesuai dengan bos dikantor, dan ternyata kemudian disalahkan saja kita bisa jengkel, marah  dan badmood seharianitu.

Selain itu setiap orang di dunia ini, termasuk kita yang dewasa selalu sedapat mungkin menghindari kemarahan dari orang lain yang otoritasnya lebih dibanding kita,misal bos anda di kantor.  Sehingga dalam pikiran anak, daripada besok besok kena marah lagi mendingin ga ngambil  keputusan, lebih aman. Daripada salah, kalo salah kan kena marah. Atau mungkin di pikiran anak akan begini:” ini maksud mama  yang mana ya…bener ini atau ga ya..?.”

Jadi mulai sekarang , berhati-hatilah dalam ucapan dan tindakan anda, berkomukasilah dengan jelas, anak belum paham ilmu komunikasi tingkat tinggi yang anda punya. Jika kita terus menerus melakukan hal ini atau hal semacam ini , jangan salahkan anak jika ketika beranjak dewasa anda jadi mengeluh :

Anakku kok ga bisa ambil keputusan ya?

Anakku kok tidak ada inisiatif ya?

Semua pilihan ada ditangan anda sekarang.

Semoga memberikan pencerahan,

Salam hidup lebih baik

 

Jimmy K Santosa,

Trainer Sekolah Orangtua

http://www.sekolahorangtua.com

Terapis

http://www.klinikhipnoterapijakartabekasi.com


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: