NILAI SEBUAH KEJUJURAN

12 11 2010

Dapat dari milis tetangga–>sangat berguna untuk diceritakan pada anak agar anak mendapatkan pencerahan tentang arti sebuah kejujuran

Saat George Washington masih kecil, ia tinggal di Virginia bersama orang tuanya. Ayahnya adalah seorang penggemar tanaman. Ayahnya menanam pohon apel, persik, pir, prem dan ceri. Di antara seluruh pohon, ayahnya sangat menyayangi pohon cerinya, sebuah pohon ceri unggulan dari seberang lautan, yang sebentar lagi akan berbuah.

Pada suatu hari yang cerah, George kecil bermain dengan kapak barunya. George dengan gembira bermain dan membelah potongan-potongan kayu dengan mengayunkan kapaknya. Beberapa saat kemudian, tanpa sadar ia mengayunkan kapaknya dan mengenai pohon ceri kecil kesayangan ayahnya. KArena kapaknya tajam, pohon ceri kecil tersebut terbelah dari atas ke bawah. George kecil sangat terkejut, tetapi kemudian ia melanjutkan permainannya.

Sore hari saat ayahnya kembali, ia terkejut dan sangat marah. “George!!!” teriak ayahnya, “Siapa yang menebang pohon ceriku?”.

George terdiam sesaat, kemudian menjawab, “Aku tidak dapat berbohong, Ayah”, jawabnya, “pohon itu terkena kapakku”.

Ayahnya menatap tajam, wajah George pucat pasi, tetapi kemudian dengan mantap memandang mata ayahnya. “Masuk ke rumah George!” ayahnya berkata dengan tegas. George lalu mengikuti ayahnya ke dalam kamar.

“Kemari George”, kata ayahnya, “kenapa kau menebang pohon itu?”

“Aku sedang bermain dan aku tidak sengaja”, jawab George dengan terbata-bata.

“Dan, sekarang pohon itu akan mati. Kita tidak akan pernah mendapat buah ceri dari pohon itu. Tetapi yang lebih buruk lagi, kau gagal mengurus pohon itu seperti yang kuharapkan”.

Kepala George kecil tertunduk menyesal dan berkata, “Maafkan aku Ayah”.

Tuan Washington lalu meletakkan tangannya dibahu anaknya, “Pandanglah aku”, katanya, “aku menyesal kehilangan pohon ceriku, tetapi aku senang bahwa kau cukup berani untuk berkata jujur. Aku lebih suka kau berkata jujur dan berani daripada memiliki seluruh kebun buah ceri yang paling unggul.Ingatlah selalu akan hal tersebut, anakku!”.

George Washington tidak pernah lupa, dan sampai akhir hayatnya ia tetap berani dan terhormat seperti pada waktu masih kecil.

salam hidup lebih baik

Jimmy K Santosa
Trainer Sekolah Orangtua
http://www.sekolahorangtua.com/


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: