PENTINGNYA BIMBINGAN ORANG TUA : KEPERCAYAAN/BELIEF BISA DITIMBULKAN DARI CERITA DONGENG

12 11 2010

Kepercayaan /Belief ini bisa ditimbulkan oleh cerita dongeng. Lho kok bisa pak? Bukankah dongeng itu punya moral cerita yang baik? Moral cerita yang baik dari dongeng kan udah pasti yaitu: menanamkan sifat PANTANG MENYERAH, SETIA dan sifat positif lainnya.

Betul, saya tidak menyanggah moral dari cerita dongeng. Yang saya permasalahkan adalah ketika anak terbiasa membaca dongeng dan cerita anak lainnya tanpa ada pembimbingnya, maka ceritanya akan lain. Lain gimana sih?

Sekarang mari kita amati dulu cerita dongeng yang ada disekitar kita. Mulai dari cinderella, putri aurora, bawang merah bawang putih dll. Bagaimana alur ceritanya?

Yup, benar! Aliran ceritanya selalu dimulai dengan kesedihan dan penderitaan, tersiksa baru nanti bahagia dengan menikahi seorang pangeran, atau menjadi permaisuri atau apapun itu yang membuat statusnya meningkat dan tidak menderita lagi.

Lalu apa yang salah dengan hal itu?

Ketika anak sering membaca , anak bisa mengartikannya dengan hal yang lain. Dengan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan mereka untuk menangkap pesan yang disampaikan di dongeng , anak bisa saja mempersepsikan bahwa kita harus MENDERITA DULU BARU BISA BAHAGIA.

Anak tidak menangkap pesan pantang menyerah, selalu bersyukur, selalu ada teman di kala susah dll . Yang ditangkap anak bisa jadi adalah MENDERITA dulu BARU BAHAGIA

Ah yang bener pak?

BENER! Hal itu terjadi pada klien saya. Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena anak2 pada dasarnya dominan di gelombang alfa, ketika membaca anak sangat menghayati sehingga anak masuk kondisi alfa. Hal itu masih diperkuat dengan adanya repetisi/pengulangan dengan seringnya menbaca kisah2 sejenis.

Oleh karena itu ketika anak kita membaca dongeng ada baiknya kita selalu menjelaskan apa maksud moral dibalik cerita itu. Kita juga harus selektif memilih dongeng yang dibaca oleh anak kita.

Memangnya kita perlu bersusah-susah dulu baru bisa bahagia? Apakah tidak bisa langsung bahagia? Bukankan pada dasarnya kebahagiaan adalah suatu pilihan? bagaimana cara kita menghadapi suatu permasalahan? Jika kita memilih untuk BAHAGIA, kita pasti BAHAGIA apapun kondisi kita. Namun apabila kita dibawah sadar mempunyai kepercayaan yang demikian , maka kita akan susah untuk bahagia

Sehingga ada baiknya anda berkan penjelasan kenapa tokoh di dalam cerita itu menderita dulu baru bahagia. Anda bisa berikan penjelasan bahwa tokoh utama itu menderita secara fisik tapi mereka tetap berbahagia dengan keadaan itu dan terus bersyukur, sehingga walaupun dianggap menderita mereka merasa tidak menderita, yang mana hal itu membawa mereka pada apa yang mereka fokuskan yaitu kehidupan yang lebih baik yang membuat mereka semakin berbahagia.

Semoga bermanfaat,

Salam hidup lebih baik

Jimmy K Santosa
Terapis
Trainer Sekolah Orangtua


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: