HIDUNG PESEK

15 12 2010

HIDUNG PESEK

Seringkali ketika kita melihat bayi baru lahir atau berkunjung ke tempat saudara atau teman kita yang baru punya anak  kita berkata:

“Wah hidungnya pesek ya!?”

Atau ketika kita berkomunikasi dengan anak kita kita seringkali berkata:

“ Awas, nanti hidungmu jadi pesek”

:”Dasar pesek”

“Hayo kalo gitu terus nanti hidungmu tambah pesek lho!”

Sebenarnya saya heran juga kenapa banyak orang berkomentar seperti itu, pada dasarnya kan memang orang Indonesia hidungnya pesek bukan? Mengharapkan hidung mancung seperti orang barat ya berarti anda harus punya turunan orang Barat. Kemudian apa salahnya anak-anak kita sehingga kita seringlkali berkata kepada mereka, hidung pesek??

Bahkan ada orangtua yang tega mengatakan kepada anaknya sendiri bahwa anaknya jelek karena hidungnya pesek.

Dan kata-kata itu selalu diperdengarkan kepada anak,ketika anak itu membuat masalah.

“Kamu ini lho nakal banget, kamu itu memang sudah hidung pesek,jelek lagi!”

Taukah anda kalau kita selalu mengatakan hal itu kepada anak, hal itu akan menggerogoti harga diri anak? Harga diri anak yang seharusnya dipupuk dan dikembangkan  dan bukannya semakin dikurangi dengan memunculkan kata-kata “ejekan” seperti itu.

Memang apa salahnya dengan hidung pesek? Apakah hal itu sangat berarti bagi kesuksesan anak anda ketika dewasa kelak? Apakah mereka tidak akan bisa menjadi sukses hanya karena hidungnya pesek?

Ketika kita biasa mengucapkannya, maka sangatlah mungkin nanti kakak atau adinya atau paman atau bibinya atau famili akan sering berkata kepada anak kita dengan ada embel embel : HIDUNG PESEK

Kita menganggapnya biasa, tapi kita tidak tahu bagaimana dengan si anak. Ketika dewasa bisa saja anak melakukan hal yang tidak anda pikirkan: melakukan OPERASI PLASTIK  untuk memancungkan hidungnya tanpa anda ketahui!

Ketika dewasa bisa saja dia merasa rendah diri bergaul dengan banyak orang, merasa tidak nyaman karena merasa tidak nyama dengan dirinya yang pesek.

Kalimat selain hidung pesek yang mungkin sering terdengar adalah : gendut, dengan kita bilang :”Dasar Gendut”

Atau “tukang makan”

Yang kalau anda tau banyak kasus obesitas disebabkan karena pemograman pikiran ketika kecil yang tidak sengaja kita lakukan. Anda bilang gendut dan tukang makan jadilah dia anak yang gendut dan tukang makan.

Oleh karena itu berhati-hatilah dengan kata-kata anda  pada si kecil.

 

 

Salam hidup lebih baik,

 

Jimmy K Santosa, Cht

Trainer Sekolah Orangtua

www.sekolahorangtua.com

Terapis

www.klinikhipnoterapijakartabekasi.com

 

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: